Adanya Regulasi OPEC Mengenai Minyak Dunia Tahun 2008 

Adanya Regulasi OPEC Mengenai Minyak Dunia Tahun 2008

Fungsi OPEC
Seiring dengan regulasi produksi minyak yang telah dilakukan oleh OPEC dalam menghadapi adanya kenaikan harga minyak dunia secara tidak langsung telah membebani pemerintah Indonesia, namun dalam kenyataannya pemerintah Indonesia dengan adanya kenaikan harga minyak, Indonesia mengharuskan untuk menyeimbangkan harga BBM didalam negeri dengan luar negeri untuk terciptanya suatu keselarasan dimana dapat mempermudah dalam pengalokasian dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

Pemerintah Indonesia

Dalam hal itu, pemerintah Indonesia terbebani karena dengan adanya kondisi didalam negeri yang sedang mengalami masalah perkembangan perekonomian dan juga pertambahan penduduk, disamping itu juga Indonesia masih mengalami krisis moneter yang berkepanjangan ditambah dengan adanya bencana alam yang melanda bangsa Indonesia. Dengan masalah itu membawa pemerintah Indonesia harus menyesuaikan diri dengan adanya permasalahan akan harga minyak dunia dimana pemerintah Indonesia harus menghadapi berbagai kemungkinan dimana kaitannya dengan regulasi produksi yang dilakukan oleh OPEC sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi fluktuasi harga minyak, karena perlu diketahui bahwa dengan adanya permasalahan pemerintah Indonesia diantaranya dengan pertumbuhan perekonomian dan perkembangan penduduk sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan BBM bahkan Indonesia disamping Negara eksporting minyak juga impor, jadi dengan masalah itu maka pemerintah Indonesia tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan akan BBM di dalam negeri.

 Pemerintah Indonesia untuk keluar dari organisasi OPEC

Dengan masalah itu juga membawa pemerintah Indonesia untuk keluar dari organisasi OPEC yang direspon oleh OPEC pada konferensi bulan maret 2008 karena didalam negeripun pemerintah sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan akan BBM bahkan harus mengimpor minyak dari luar untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk itu pemerintah Indonesia dalam upayanya mengenai harga minyak dunia mencanangkan dana APBN untuk meng-anggarkan biaya untuk pembelian BBM dari luar negeri juga dengan diadakannya subsidi BBM oleh pemerintah Indonesia.
Dari beban yang pemerintah Indonesia harus perhatikan, berkaitan dengan regulasi OPEC mengenai minyak dunia yang meliputi (1) Penggunaan Dana Cadangan APBN (policy measures), (2) Penghematan Dari Perkiraan Penyerapan Alamiah Belanja Negara, (3) Pemanfaatan Dana Kelebihan (windfall) Daerah Penghasil Minyak dan Gas, (4) Penajaman Prioritas Anggaran Belanja Kementerian/Lembaga, (5) Perbaikan Parameter Produksi di Subsidi BBM dan Listrik, (6) Efisiensi di Pertamina dan PLN, (7) Optimalisasi Penerimaan Perpajakan dan Deviden BUMN, (8) Sedikit Pelonggaran Defisit APBN 2008 yang diikuti dengan Penyesuaian Pembiayaan Anggaran, dan (9) Melakukan counter cyclical untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Makro Ekonomi dari Pemahaman Pemerintah Sebagai Langkah Penyesuaian dari Harga BBM. Selain dari pada itu pemerintah didalam upayanya diusahakan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi dimana pengaruh regulasi yang dilakukan oleh OPEC terhadap BBM di Indonesia sebagai upaya mengantisipasi dari hal naik atau turunnya harga minyak dunia itu, adapun upaya lain yang dilakukan diantaranya sebagai berikut; 1. Pengalihan Risiko

Fasilitas Lindung Nilai

Untuk pengalihan risiko maka yang dapat digunakan adalah Fasilitas Lindung Nilai (Hedging) Lindung Nilai atau Hedging secara singkat dapat sebagai kontrak jual atau beli suatu komoditas yang akan dikirimkan pada masa yang akan datang dengan harga yang ditetapkan pada saat kontrak dibuat. Tujuan dari lindung nilai ini adalah untuk menghindari terjadinya fluktuasi harga yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian. Tetapi seperti halnya asuransi, untuk melakukan hedging, pelaku hedging harus membayar sejumlah premi yang nilainya biasanya berubah seiring perubahan harga komoditas yang di kontrakkan. Karena minyak mentah diperdagangkan dengan sistem perdagangan berjangka, maka lindung nilai ini dapat digunakan untuk mendapatkan kepastian harga atas komoditas yang akan dibeli maupun dijual.

Fasilitas lindung

Fasilitas lindung nilai ini merupakan strategi pengalihan risiko karena dengan hedging risiko yang dihadapi dengan cara mengalihkannya kepada pihak yang lain.Untuk melakukan lindung nilai pada harga minyak Indonesia harus dilakukan dulu analisis atas manfaat yang diperoleh dengan biaya premi yang dikeluarkan. Dengan kecenderungan harga minyak yang saat ini turun, maka untuk jangka pendek hedging tidak cukup menguntungkan karena kemungkinan biaya yang dikeluarkan masih lebih besar dibandingkan manfaatnya. Tetapi untuk jangka panjang hedging masih patut dipertimbangkan untuk dilakukan mengingat produksi dalam negeri yang terus menerus turun (http://www.bappebti.go.id/edukasi/br0004.asp diakses tanggal 18 Juni 2009).