GoFood Catatkan 50 Juta Transaksi per Bulan

GoFood Catatkan 50 Juta Transaksi per Bulan

GoFood Catatkan 50 Juta Transaksi per Bulan

 

Potensi pertumbuhan industri layanan pesan antar makanan di Indonesia

masih cukup luas, seiring urbanisasi dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.

Kesibukan sehari-hari di luar rumah menjadikan minim kesempatan untuk menyiapkan makanan dan masak dirumah, alternatifnya adalah layanan pesan antar makanan, seperti GoFood.

Layanan pesan antar ini disebut-sebut mampu mencatatkan transaksi meningk

at dua kali lipat, mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Grup, mengatakan 84 persen

masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri 39 persen.

“Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia,” ujar Catherine, di Jakarta (19/09/19).

Kepercayaan konsumen urban terhadap GoFood juga dibuktikan oleh beberapa temuan Nielsen di konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi, yang mana GoFood dinilai oleh konsumen melebihi rata-rata industri, sebagai berikut:

Aplikasi GoFood dianggap user friendly dan mudah digunakan oleh 84 persen konsumen urban. Mitra driver Gojek juga dinilai ramah, sopan dan informatif oleh 82 persen konsumen urban.

Selain itu, di sisi mitra merchant, Catherine menyatakan GoFood juga terus berinovasi supaya

merchant bisa menawarkan lebih banyak pilihan, mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka.

“Inovasi terbaru kami di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra merchant, GoBiz, di mana mereka bisa mengakses data untuk membantu menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional sehari-hari,” kata Catherine lagi.

 

Sumber :

https://dogetek.co/