Social Adjustment Siswa Di Sekolah

Social Adjustment Siswa Di Sekolah

Social Adjustment Siswa Di Sekolah

 Social Adjustment merupakan permasalahan yang kerap mewarnai di setiap tahun ajaran baru. Masalah tidak hanya dialami anak usia awal sekolah seperti Taman kanak-kanak dan sekolah dasar saja. Penyesuaian sosial juga dialami oleh anak yang bersekolah tingkat lanjutan atas. Anak yang kurang dalam penyesuaian sosial didapati sering berada diluar kelas, beralasan sakit dan berada di UKS. Kesulitan dalam mendapatkan kelompok, lebih sering terlihat menyendiri dan tidak bergabung dengan teman-temannya. Merasa kurang nyaman berada didalam kelas. Tertinggal pelajaran, kesulitan dalam memenuhi tugas dan nilai, berakhir dengan mogok sekolah bahkan ada yang memutuskan untuk pindah sekolah.

Pindah sekolah tidak membuat masalah selesai, anak tetap kesulitan

dalam penyesuaian. Akan berlanjut menjadi mata rantai yang tidak terputus. Anak yang kurang dalam penyesuaian sosial sering dilabeli anak pemalas kurang inisiatif. Kurangnya pemahaman dengan memberikan hukuman yang berat tidaklah bijaksana. Anak lebih menyukai menghindar dengan alasan sakit dan memilih tidak masuk sekolah.

Anak berusia sekolah menghabiskan harinya berada disekolah. Tentunya masalah yang dihadapi berasal dari sekolah. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalahnya. Ada yang bisa menyelesaikan masalahnya dengan efisien dan cepat, ada juga yang memerlukan bantuan dan bimbingan orang dewasa disekitarnya.

Permasalahan ketrampilan sosial memerlukan pemahaman yang mendalam dari pihak sekolah terutama walikelas dan guru yang mengajar. Komunikasi dengan orang tua sebaiknya terus dilakukan. Beberapa kasus mereferal masalah kepada ahli dan melakukan saran yang dianjurkan.

Mengapa komunikasi dengan orang tua?

Perkembangan diri seorang anak tidak lepas dari pengaruh pola asuh orang tua

/orang terdekat dirumah. Orang tua menanamkan nilai – nilai, pembelajaran dan cara menyelesaikan suatu masalah, anak akan mengaplikasikan apa yang sudah didapatkannya dirumah disaat ia berinteraksi dengan lingkungan luar misalnya adalah sekolah. Sekolah adalah tempat yang paling banyak dihabiskan oleh siswa untuk berinteraksi baik dengan teman sebaya, guru, peraturan dan lainnya.

Keharmonisan keluarga dengan hubungan serta keakraban yang mendalam

sangat berpengaruh saat proses pengembangan sosial pada remaja. Terutama pada Orang tua, Orang tua adalah salah satu faktor yang menjunjung tinggi nilai-nilai tingkah laku sosial, remaja diperkenalkan dengan hubungan orang tua yang merupakan hubungan yang sangat akrab dibanding dengan siapapun.

 

Baca Juga :