Tekhnik kunjungan rumah

Table of Contents

Tekhnik kunjungan rumah

Tekhnik kunjungan rumah

Tekhnik kunjungan rumah

Pertama, format. Kunjungan rumah dapat dilakukan mengikut format lapangan dan politik. Melalui kunjungan rumah konselor memasuki lapangan permasalahan klien yang menjangkau kehidupan keluarga klien. Dengan jangkauan yang lebih luas di harapkan penanganan masalah klien dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan intensif.

Strategi politik pun dapat dilakukan yaitu menghubungi pihak-pihak lain yang terkait dalam keluarga. peran positif pihak-pihak lain yang terkait dibangkitkan untuk penuntasan pengentasan (pemecahan masalah) klien serta optimalisasi pengembangan potensi-potensinya. Kunjungan rumah menjangkau lapangan permasalahan klien  yang  menjangkau kehidupan keluarga dan terlaksanakan politik yaitu menghubungi  pihak-pihak terkait dengan keluarga.

Kedua, Materi. Materi Yang perlu diperhatikan saat di hadapan keluarga : Tidak melanggar asas kerahasiaan klien,  Semata-mata  untuk memperdalam masalah klien, Tidak merugikan klien. Dalam kaitannya dengan kedudukan hubungan kekeluargaan dalam keluarga yang bersangkutan, hubungan sosioemosional, pemberian kesempatan dan fasilitas serta keterkaitan kerja materi yang dibicarakan meliputi kondisi-kondisi: orang tua atau wali siswa, anggota keluarga lainnya, orang-orang yang tinggal dalam lingkungan keluarga yang dimaksud. Kondisi fisik rumah, isinya dan lingkungannya, kondisi ekonomi dan hubungan sosio-emosional yang terjadi dalam keluarga.keseluruhan materi diatas, dirangkai secara sistematis baik dalam penggaliannya bersama anggota keluarga yang dikunjungi maupun dalam menyusun hasil kunjunganrumah nantinya.

Ketiga, peran klien. Menyetujui Kunjungan Rumah yang akan dilakukan klien dan  mempertimbangkan perlu tidaknya ia terlibat   saat kunjungan rumah. Keterbukaan, objektifitas, kenyamanan, suasana kelancaran kegiatan, serta dampak positif bagi siswa dan keluarganya, menjadi pertimbangan dan kriteria keterlibatan siswa.

Keempat, kegiatan. Melakukan wawancara dan pengamatan dan memeriksa dokumen-dokumen  yang dimiliki keluarga. Konselor tidak diperbolehkan memeriksa berbagai dokumen yang dimiliki keluarga, kecuali keluarga yang bersangkutan menghendakinya. Format atau teknik layanan kelompok dapat diselenggarakan oleh konselor dengan mengikutsertakan sejumlah anggota keluarga dalam pembicaraan tentang masalah siswa.

Kelima, undanga terhadap keluarga. Keluarga dapat diundang ke sekolah sesuai dengan permasalahan klien. Pelaksanaan undangan ini memperhatikan: izin dari klien, perlu dipersiapkan materi pembicaraan dan  peran klien.

Undangan terhadap keluarga tidak boleh dilakukan oleh pembimbing atau konselor dengan tujuan untuk menyampaikan kepada anggota yang diundang keputusan tertentu yang isinya merugikan siswa. Orang tua diundang untuk di beritau atau hanya untuk menandatangani perjanjian bahwa anaknya diskors, tidak naik kelas dan lain sebagainya.

Keenam, waktu dan tempat. kapan maupun berapa lama kunjungan rumah dilakukan tergantung kepada perkembangan proses pelayanan terhadap siswa. Kunjungan rumah dapa dilakukan di lakukan dari awal atau bahkan sebelum pelayanann, ketika proses pelayanan sedang berlangsung atau sebagai tindak lanjut dari pelayanan tertentu. Lamanya pembimbing atau konselor berkunjung berkunjung kerumah keluarga siswa juga tergantung materi yang dibicarakan dan kegiatan yang dilakukan dalam keluarga yang bersangkutan. Apabila kunjungan rumah diganti dengan kunjungan rumah diganti dengan undangan keluarga, maka tempat pertemuannya bisa dilakukan ditempat pembimbing atau konselor bekerja.

Ketujuh, evaluasi. Untuk mengetahui hasil dari kunjungan rumah, harus dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kunjungan rumah. Dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling., dapat mencakup proses dan hasil-hasilnya. Evaluasi terhadap unsur-unsur proses dilakukan secara berkelanjutan selama proses kunjungan rumah berlangsung. Penilaian terhadap hasil-hasil kunjungan rumah dapat diarahkan pada kelengkapan dan akurasi data yang diperoleh serta manfaat data tersebut dalam pelayanan terhadap siswa. Komitmen seluruh anggota keluarga juga perlu mendapat perhatian secara seksama untuk pemecahan masalah siswa.

Sumber : https://forbeslux.co.id/