Tim Perangkat Lunak (Software Team)

Tim Perangkat Lunak (Software Team)

 

Tim Perangkat Lunak (Software Team)

Struktur organisasi dalam tim ini bisa mengadaptasi dari banyak struktur organisasi yang sudah ada. Berikut beberapa pilihan pembagian tugas/penugasan yang bisa diterapkan untuk tim perangkat lunak yang terdiri dari n personel yang bekerja selama k tahun:

  1. personel ditugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan sedikit tugas gabungan koordinasi adalah tugas dari manajer yang mungkin saja punya 6 proyek lainnya.
  2. personel di tugaskan untuk sejumlah m tugas yang berbeda dengan m < n sehingga terbentuk tim informal. Pemimpin tim khusus perlu ada koordinasi antar tim adalah tanggung jawab manajer
  3. personel dibagi menjadi sejumlah t tim. Tiap tim ditugaskan mengerjakan satu atau lebih tugas. Tiap tugas mempunyai struktur yang ditentukan sebelumnya bagi semua tim koordinasi dikendalikan oleh tim dan manager

Sekalipun masing-masing pilihan punya argumentasi sendiri-sendiri, namun dari pengamatan yang dilakukan, pilihan no 3 dianggap lebih produktif. Cara atau gaya manajemen, jumlah personel, tingkat kemampuan para personel dan masalah-masalah yang dihadapi tim menentukan bentuk struktur organisasi yang bisa diterapkan.

Team Perangkat Lunak mengumpulkan ide dan opini untuk rancangan teknis dan implementasi dari bermacam-macam audien termasuk vendor-vendor perangkat lunak. Solusi-solusi kandidat diidentifikasi dan dikelompokkan menurut berbagai macam kriteria. Perlu diperhatikan bahwa beberapa organisasi modern memiliki teknologi informasi dan standard arsitektur yang membatasi sejumlah kandidat solusi yang dipertimbangkan dan dianalisa.

Setelah solusi-solusi kandidat diidentifikasi, selanjutnya dievaluasi kelayakannya yang mencakup kelayakan teknis, operasional, ekonomi, jadwal, dan resiko. Kelayakan teknis mengevaluasi apakah solusi secara teknis dapat diterapkan, dan apakah staff memiliki keahlian teknis untuk merancang dan membangun solusi tersebut. Kelayakan operasional mengevaluasi apakah solusi memenuhi kebutuhan penguna, bagaimana solusi merubah lingkungan kerja pengguna, dan bagaimana perasaan pengguna dengan solusi tersebut. Kelayakan ekonomi mengevaluasi apakah keuntungan yang diperoleh dari solusi yang ditawarkan memberi manfaat yang lebih besar dari biaya untuk pengembangannya. Kelayakan jadwal mengevaluasi apakah solusi dapat dirancang dan diimplementasikan dalam periode waktu yang disediakan.

Kelayak resiko mengevaluasi seberapa besar tingkat keberhasilan implementasi denganmenggunakan pendekatan dan teknologi yang dipilih.

Team Perangkat Lunak akan melihat solusi yang paling layak, yakni solusi yang memberikan kombinasi terbaik dari kelayakan secara teknis, operasional, ekonomis, jadwal, dan resiko. Suatu solusi kandidat mungkin akan memberikan kelayakan terbaik pada kriteria tertentu. Namun, solusi kandidat yang dipilih adalah yang memberikan kelayakan terbaik untuk semua kriteria.

Semua kegiatan analisa diatas, dituangkan dalam dokumentasi yang disebut System Proposal, dokumentasi yang harus dihasilkan pada tahap ini.

Dokumentasi ini biasanya dilengkapi juga dengan Application Architecture.

Ada beberapa kemungkinan tanggapan dari Pemilik sistem terhadap system proposal

ini, yaitu :

– Menyetujui dan mendanai proposal sistem untuk dilanjutkan ke tahap

– perancangan dan konstruksi (termasuk kemungkinan memodifikasi

– anggaran dan penjadwalan jika merubah cakupan secara signifikan).

– Menyetujui dan mendanai satu dari alternatif solusi kandidat.

– Menolak semua solusi kandidat dan membatalkan proyek atau

– kembali dengan rekomendasi baru.

Bentuk lain dari proposal system adalah Request For Systsem Proposal (RFP). RFP dibutuhkan sebagai rekomendasi pembelian perangkat keras ataupun perangkat lunak sebagai solusi yang dipilih. Jadi ini berlawanan dengan sistem yang dibangun sendiri (in-house).

Sumber : https://galleta.co.id/